Stop Waralaba Sampai Pelosok
Jumat, 26 08 2011, 15:43 (GMT+7)
Adipati: Stop Waralaba Sampai Pelosok
Blambanganumpu, LE
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Waykanan, Raden Adipati Surya meminta pemerintah setempat tidak mengizinkan waralaba masuk ke pelosok kampung karena mengganggu usaha kecil yang telah dimiliki masyarakat.
"Bukan melarang investasi masuk, tetapi sebaiknya ada kebijaksanaan, misalnya, industri waralaba hanya boleh ada di jalan provinsi atau jalan nasional," kata Ketua KNPI Waykanan itu di Blambanganumpu, Kamis (25/8) kemarin.
Menurut dia, pihaknya sudah menerima surat aduan dari masyarakat atau pedagang kelontong setempat yang menyatakan omzet perdagangan mereka menurun drastis.
"Sudah ada beberapa surat dari masyarakat yang membuka toko kelontong keberatan atas masuknya waralaba di sekitar mereka. Karena itu, saya menyarankan ke depan ada peraturan daerah supaya waralaba hanya bisa beroperasi di tempat-tempat tertentu saja," ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Waykanan tersebut.
Selain tempat-tempat tertentu, ujar dia, jarak waralaba dengan toko kelontong masyarakat juga harus dipertimbangkan.
"Pantauan kami waralaba sudah masuk di Kecamatan Pakuanratu yang posisinya cukup berada di pelosok, Hal tersebut tentu akan semakin menurunkan ekonomi masyarakat setempat yang membuka warung atau toko untuk menghidupi keluarga atau menyekolahkan anaknya," kata Ketua Hipmi Waykanan itu..
Bupati Kabupaten Waykanan Bustami Zainudin saat dihubungi LE menyatakan, pihaknya menerima masukan yang disampaikan Raden Adipati Surya.
"Saya sepakat untuk mengambil tindakan pembatasan waralaba karena ekonomi masyarakat tidak boleh lemah atas kehadiran perusahaan-perusahan retail di Waykanan. Kami mengapresiasi masukan tersebut," kata bupati.
Permintaan pedagang kecil daerah itu adalah pemerintah setempat membatasi waralaba sudah sekitar tahun lalu sehubungan keberadaannya membuat pendapatan mereka menurun jauh.
"Namun waralaba justru terus bertambah, semisal di Kelurahan Blambanganumpu, sudah ada tiga waralaba lagi dan sekarang sudah mau bertambah lagi di arah stasiun," kata Saprudin, warga setempat.
LE-1
|