LAMPUNG EKSPRES NEWS
Situs Berita Masyarakat Lampung
Kamis, 24 04 2014, 22:44 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Kriminal
Politik
Olahraga
Opini
Seni-Budaya
Harian Ekspres
Ekonomi
Pendidikan
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
 
Bandar Lampung
 
Proyek Gedung Banang Dipertanyakan
Jumat, 26 08 2011, 16:00 (GMT+7)

SEJUMLAH anggota DPRD Bandarlampung mempertanyakan proyek pembangunan kantor badan anggaran (banang) yang dialokasikan dalam APBD tahun 2011 senilai Rp1,861 miliar. Pasalnya, proyek itu terkesan sembunyi-sembunyi dan muncul tanpa pembahasan banang legislatif, serta tidak tertuang dalam rencana kegunaan anggaran (RKA).

Menurut anggota DPRD Bandarlampung yang masih belum mau dipublish namanya, Kamis (25/8) mengungkapkan proyek pembangunan gedung banang itu muncul di detik-detik pengesahan APBD 2011. “Sendiri juga bingun kok bisa, mucul proyek miliran rupiah tanpa melalui bahasan tak ubahnya seperti proyek siluman. Setahu saya munculnya proyek itu di detik-detik ketuk palu,” ungkapnya.

Karena munculnya bak siluman sumber memastikan proyek tersebut sarat kepentingan. “Ini bukannya se-uzon’, tapi ada indikasi kuat proyek tersebut sarat kepentingan dan titipan. Siapa oknumnya saya belum jelas coba dicek saja,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD lainnya. “Tidak tahu, tapi yang pasti proyek pembangunan gedung banang itu tidak melalui proses pembahasan di banang legislatif, bahkan sepertinya tidak juga di banang eksekutif,” ringkasnya.

Anggota Banang DPRD Kota Bandarlampung Romi Husin menekankan, tidak tertuangnya proyek pembangunan gedung banang dalam RKA bukan berarti tidak bias masuk dalam APBD.

“Tidak ada yang salah, walaupun saya lupa, ada atau tidaknya dalam RKA. Tapi yang jelas anggaran kegiatan ada dalam DPA dan tidak ada yang dilanggar, itu sah untuk dilaksanakan,” ringkasnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPRD Kota Bandarlampung Netilia Sukri membantah jika proyek pembangunan gedung banang tidak melalui pembahasan. ”Mana saya berani kalau memasukan kegiatan tiba- tiba begitu, sudah sesuai prosedur pembahasanya,” singkatnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihiumpun koran ini di secretariat DPRD Kota Bandarlampung, proyek pembangunan kantor banang menelan Rp1, 861 miliar, dan CV Tegalan ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran turun tipis menjadi Rp1,846 miliar. Terkait belum juga dikerjakannya proyek tersebut menurut salah satu anggota dewan memang dikondisikan seperti itu. Pihak rekanan maupun panitia lelang sengaja menunggu situasi benar-benar aman. “Lihat saja nanti dampaknya kualitas proyek pasti asal-asalan karena pengerjaannya terburu-buru,” pungkas dia.

(LE-4)


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Angkutan Lebaran Dijamin Cukup (26.08.2011)
Gaji TKS Bandarlampung Naik (26.08.2011)
Penegak Hukum Diminta Pro Aktif (26.08.2011)
Stop Waralaba Sampai Pelosok (26.08.2011)
Ada Mafia Tanah di Komentar Andi Arief? (22.08.2011)
Harry Warganegara Nyalon Ketum Hipmi (15.08.2011)
SERAHKAN BANTUAN- (13.05.2011)
Distako Jangan Setengah Hati (13.05.2011)
Herman Serahkan Bantuan Bedah Rumah (13.05.2011)
Pembangunan Under Pass Tidak Memungkinkan (13.05.2011)



 
::| Latest News
::| Events
April 2014  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
 
News in Pictures

SERAHKAN PIAGAM--
Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemimpin Umum LE-plus, ketika berkunjung ke dapur LE-plus, Senin (07/01).

Foto: Adolf Ayatullah/LE

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]