LAMPUNG EKSPRES news

Herman Hn Mau Damai
Senin, 07 01 2013, 21:34 (GMT7)



WAKOS KEPADA WALIKOTA -

Tampak dalam gambar Ketua AJI Bandarlampung Wakos Gautama memaparkan keberatannya soal pelarangan peliputan oleh Walikota Herman Hn kepada kru koran Tribun Lampung

** foto dolop/LE


Bandarlampung, LE

Terkait konfliknya dengan Tribun Lampung, Walikota Herman Hn menyatakan dirinya siap berdamai. “Kapan saja juga saya mau damai. Datang saja ketemu, saya yakin pasti selesai persoalannya,” ujar Herman saat memberi keterangan Senin (7/1) sore kemarin di Balai Kota.

Sore itu walikota mengundang seluruh jajaran petinggi media massa, organisasi profesi kewartawanan PWI, AJI dan IJTI, Forum Wartawan Pemkot dan Komisi Informasi Publik. Tampak hadir Pimred LE Adolf Ayatullah, Pimred Lampost Gaudensius Suhardi, Pimum Kupas Tuntas Donald Sihotang, Pimred Radar Ary Mistanto, Kepala LKBN Antara HM Tohamakshum, Direktur Tegar TV Don Pecci, Wakil Ketua PWI Iskandar Zulkarnain, Ketua AJI Wakos Gautama, Ketua Forwako Decky Oktora, GM Rakyat Lampung Aris Marobi, Ketua KIP Juniardi, Pimum Fajar Sumatera Jamhari Ismanto dan wartawan-wartawan senior serta yang sehari-hari mangkal di pemkot.

Acara dimulai dengan “curhat”-an walikota soal harga dirinya yang tercabik-cabik atas pemberitaan Tribun Lampung yang dirasanya menyudutkan terkait sidang kasus dugaan korupsi di Dispenda Lampung. “Untung saja saya sudah tidak punya ayah dan ibu. Tetapi saudara-saudara saya masih banyak. Anak saya pulang sekolah langsung nangis karena bapaknya diberitakan korupsi,” kata eks Kadispenda Lampung itu.

Wakos selaku Ketua AJI menjelaskan pihaknya berkeberatan dengan pernyataan walikota soal pelarangan peliputan kru Tribun untuk kegiatan walikota. “Walikota itu pejabat publik. Melarang melakukan peliputan itu melanggar UU karena publik punya hak untuk mengetahui kegiatan walikota,” kata wartawan Tribun itu.

Di penghujung pertemuan, wartawan senior Don Pecci dan Budisantoso Budiman melontarkan usulan supaya dilakukan mediasi dan perdamaian antara Walikota dengan Tribun. “Pertemuan ini harus memberikan hasil yang riil. Seusai ini bisa dilakukan atas inisiatif tokoh-tokoh dan keduabelah pihak supaya dapat diketemukan solusi dan titik temu,” ujar Don Pecci.

Menyikapi itu Herman Hn menyatakan ketegasannya untuk tidak membawa persoalan ini ke ranah hukum. “Saya siap bertemu kapan saja. Di kantor saya juga boleh. Saya tak kepikiran untuk lapor polisi kok. Tapi tentu saja jangan diulangi hal seperti ini,” ujar Herman. (LE-1)


Copyright © 2005-2008 Nulled by [x-MoBiLe]. All rights reserved.