LAMPUNG EKSPRES news
Portal Berita Lampung
Kamis, 24 07 2014, 07:27 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Bandar Lampung
 
Ribuan Hektar Sawah Puso
Rabu, 03 02 2010, 10:35 (GMT+7)

BANJIR di Kecamatan Palas Lampung Selatan menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian terancam gagal panen. Maraknya pembalakan liar dan lemahnya perawatan infrastruktur pertanian, ditengarai menjadi penyebab banjir tahun ini lebih dahsyat.

Slamet, salah satu petani di Desa Bumi Asri Kecamatan Palas, mengaku tak bisa berbuat banyak dengan adanya banjir ini. Sawah yang ditanaminya seluas satu hektare, kini digenangi air setinggi lutut. Dipastikan tanaman padi miliknya rusak dan gagal panen. Dia berharap Pemkab mau meninggikan tanggul pembatas sawah, sehingga luapan sungai tidak masuk ke sawah.

Slamet menuturkan, dibandingkan dua tahun sebelumnya, intensitas curah hujan tahun ini paling tinggi. Tanggul pembatas antara sungai dengan areal sawah di Desa Pulau Jaya selama ini digunakan warga sebagai jalan penghubung. Kini akibat banjir setinggi lutut, warga harus berhati-hati melewatinya.

“Banjir saat ini sangat parah. Kerugian menanam padi usia sebula seluas satu hektare, bisa mencapai kerugian Rp2 juta. Biaya itu meliputi biaya tanam dan pembelian bibit serta membajak. Sedangkan luas sawah di desa ini ribuan hektare,” jelas Slamet.

Kepala Desa Pulau Jaya Suyono, mengatakan, sebagian besaar petani telah menyemai bibit.  Dia berharap Dinas PU dan Dinas Pertanian segera turun mengatasi masalah banjir yang hampir tiap tahun melanda ini. Dia juga meminta Dinas Kehutanan dan Polhut bersikap tegas terhadap para perambah hutan.

Banjir di Lamsel melanda sejumlah kecamatan yakni Kecamatan Palas, Sragi, dan Candipuro. Diperkirakan luas sawah yang terendam mencapai menjadi 3.000 ha.

***75 Rumah Terendam
Banjir juga melanda di Kampung Cabang Kecamatan Bandasurabaya Lampung Tengah. Sekitar 75 rumah penduduk terendam air setinggi 1 meter. Tak hanya itu puluhan ribu ikan yang diternak di kolam lenyap dibawa arus banjir. Selain itu, puluhan hektar padi berusia 45 hari juga dipastikan gagal panen, termasuk puluhan tanaman singkong.

Camat Bandarsurabaya Drs Yuda Setiawan mengatakan, kerugian masyarakat akibat banjir yang melanda tiga dusun kampung Cabang tersebut belum bisa diperkirakan, karena masih dilakukan evaluasi.

Banjir yang hampir tiap tahun datang itu terjadi karena kawasan dusun tersebut berdekatan dengan sungai Way Seputih.

Hujan yang terus mengguyur di wilayah Lampung, ternyata menyebabkan areal banjir kian luas. Tak hanya banjir, longsor juga melanda jalur lintas barat (jalinbar) di Pekon Gisting Atas, Tanggamus. Akibat longsor sepanjang 40 meter itu, jalinbar nyaris putus.

(DA-3/9)


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
WAJAH PUSAT KOTA – (02.02.2010)
Warga Tuding CGL Penyebab Banjir (02.02.2010)
Pemprov Naikkan Upah Pungut (02.02.2010)
Diancam Dipolisikan GAY Batal Demo (02.02.2010)
Berkali-kali ‘Kecolongan’, Wagub Berang (02.02.2010)
Bantu Nelayan, Gubernur Tunggu Kerja Anak Buah (02.02.2010)
Ruislag Saburai, Mandeg (02.02.2010)
Diancam Dipolisikan GAY Batal Demo (02.02.2010)
Kelurahan Gunungsulah Tanamn Ribuan Pohon (01.02.2010)
RSUAM Siapkan Ribuan Tamiflu (01.02.2010)



 
::| Latest News
::| Events
Juli 2014  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]