LAMPUNG EKSPRES news
Portal Berita Lampung
Selasa, 29 07 2014, 09:33 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Bandar Lampung
 
Angka Kematian Bayi di Bandarlampung Tinggi
Senin, 05 04 2010, 06:44 (GMT+7)

Bandarlampung, LE - Angka kematian bayi di Kota Bandarlampung masih relatife sangat tinggi. Hal itu menjadi isu strategis dan program prioritas kerja Dinas Kesehatan setempat untuk perencanaan pembangunan 2010-2011.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Reihana beberapa waktu lalu, angka kematian bayi pada 2009 masih lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 131 anak. “Tahun sebelumnya sebanyak 103 anak,” kata Reihana.

Dijelaskannya, tingginya angka kematian bayi di Bandarlampung itu sebagian besar disebabkan oleh asfiksia, yang mencapai 61 kasus pada 2009, diikuti dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang mencapai 34 kasus.

Selain angka kematian bayi, lanjutnya, angka gizi buru di Kota Bandarlampung juga masih tinggi dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun 2009 ada 34 kasus, atau meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang sebesar 33 kasus," kata dia.

Sementara itu, pada sejumlah kasus penyakit lain, Dinkes Bandarlampung mencatat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, di antaranya DBD, kematian ibu, dan TB paru. Meskipun dianggap masih tinggi, namun angka indeks kasus DBD sepanjang 2009 menurun jauh dibanding tahun sebelumnya, yaitu 88 per 100 ribu penduduk, sementara pada 2008 sebanyak 138,8 per 100 ribu.

Pada kasus kematian ibu, Dinkes Bandarlampung juga mencatat penurunan signifikan pada 2009 dibanding tahun sebelumnya, yaitu mencapai 14 kasus, dari 26 kasus pada 2008. "Kesadaran kunjungan ibu hamil ke bidan dan puskesmas yang meningkat pada 2009 turut mendukung penurunan kasus itu," terang Reihana.

Untuk kasus TB paru, jumlahnya menurun dibandingkan 2008, yang mencapai 1.093 kasus, menjadi 946 kasus pada 2009. Reihana menjelaskan, untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2015, pihaknya menargetkan kunjungan ibu hamil ke bidan dan puskesmas serta tenaga kesehatan lain mencapai 95 persen.

Sementara untuk perencanaan anggaran 2010, Dinkes Bandarlampung mengajukan anggaran sebesar Rp60,7 miliar. Sebanyak Rp25,5 miliar dari anggaran tersebut dimasukan dalam pos pengadaan peningkatan, dan perbaikan sarana kesehatan rumah sakit, rumah sakit jiwa, rumah sakit paru, dan rumah sakit mata di Kota Bandarlampung. (LE-8/ant)



Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Musrenbang Jangan Hanya Formalitas (05.04.2010)
Pengalihan Pengelolaan Jalan Provinsi Mendesak (05.04.2010)
Pengawas Independen Perpajakan (05.04.2010)
Arus Balik Libur Panjang (05.04.2010)
“Penjarakan Mance” Nongol di Fesbuk (01.04.2010)
Bukan Janji Politik Sjachroedin (01.04.2010)
SPBU Merugi Ratusan Juta pe Bulan (01.04.2010)
Tutup-tutupan ’Ala’ Pertamina (01.04.2010)
MPAL Minta Payung Hukum (01.04.2010)
Pemerintah Bolehkan Outsourcing (01.04.2010)



 
::| Latest News
::| Events
Juli 2014  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]