LAMPUNG EKSPRES news
Portal Berita Lampung
Senin, 24 11 2014, 14:42 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Bandar Lampung
 
Primajaga Coreng Dunia Asuransi 

Sabtu, 26 06 2010, 10:12 (GMT+7)

PEMBATALAN klaim asuransi jiwa Primajaga besutan Manulife Financial terhadap Ponidi, warga Poncowarno Kebupaten Lampung Tengah (lamteng) berpotensi mencoreng dunia asuransi di Lampung. Karena dasar penolakan dari mitra kerja Bank Danamon tersebut terkesan mengada-ada.

Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Subadra Yani Mursalin, ketika menerima pengaduan ahli waris almarhum Ponidi, di ruang kerjanya, Jumat (25/6). Mereka, adik Ponidi Wily dan Khoyimah serta Istri Almarhum. “Asuransi Primajaga wajib bertanggung jawan. Karena jika tidak wan prestasi kontrak kerjasama asuransi jiwa ini berpotensi mencoreng dunia asuransi,” ujarnya.

Karena berdasarkan penilaian sementara dari data yang diserahkan ahli waris Ponidi menurut dia, terdapat banyak kejanggal dari dasar penolakan asuransi Primajaga. Utamanya terkait penolakan klaim yang didasari meninggalnya Ponidi disebabkan penyakit bawaan yakni hipertensi (darah tinggi). “Jelas-jelas sesuai keterangan dokter meninggalnya Ponidi disebabkan gagal ginjal. Bagaimana bisa dikait-kaitnya dengan hipertensi, ini yang menurut saya terkesan mengada-ada,” jelasnya.

Terlebih penyakit hipertensi yang diderita pemegang sertifikat polis asuransi Pirmajaga No: 00000394177 tersebut lanjut dia, telah diketahui oleh pihak asuransi ketika pertama kali mendaftar sebagai nasabah di Bank Danamon Telukbetung. Sehingga ketika permohonannya dikabulkan berarti secara the jure Ponidi berhak atas pertanggungan sesuai program yang ditawarkan pihak asuransi. “Kalau dinyatakan tidak layak karena hipertensi mengapa pengajuannya diterima, kalau sudah begini terkesan ada unsur kesengajaan menjebak nasabah namanya,” tegasnya.

Kejangggalan lain ditambahkan dia, tidak adanya general check up tim asuransi Primajaga ketika Ponidi mengajukan permohonannya sebagai nasabah. Sehingga menjadi rancu ketika riwayat kesehatan pasien dijadikan tolak ukur utama bagi asuransi Primajaga untuk membatalkan klaim asuransi nasabahnya. “Sama sekali tidak ada keterbukaan antara pihak asuransi dan pemegang polis asuransi. Bukankah ini menjadi pertanyaan besar. Kita harap permasalahan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat,” tuturnya.

Terkait dengan permasalahan ini, Subadra Yani Mursalin meminta keluarga Ponidi untuk membuat surat pengaduan tertulis secara resmi berikut bukti-bukti ke pihaknya. Hal itu penting sebagai dasar YLKI menindaklanjutti dugaan perampasan hak-hak konsumen asuransi tersebut. “Kita minta mereka membuat surat laporan tertulis dengan disertai detail data yang ada. Kita akan tindaklanjuti kasus hal ini ke asuransi Primajaga, Bank Danamon dan asosiasai asuransi jiwa indonesia (AAJI, red),” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan sebelumnya Khoyimah (40) menyesalkan pembatalan klaim asuransi Ponidi kakaknya oleh pihak asuransi Primajaga. Karena menurut pihak asuransi kematian kakaknya tersebut disebabkan penyakit bawaan yang diderita kakaknya yakni hipertensi sehingga dinyatakan batal. Sedangkan, penyakit yang merengut nyawa kakaknya gagal ginjal. “Mana bisa dikait-kaitkan antara penyakit ginjal dengan hipertensi. Kalau semua penyakit dikait-kaitkan yang semuanya terkait. Karena namanya orang meninggal seluruh organ vitalnya otomatis rusak,” kata dia.

Ia menerangkan, almarhum bergabung dengan asuransi Primajaga tanggal 21 Agustus 2008 lalu dengan premi bulanan sebesar Rp500 ribu, dan hingga almarhum meninggal dunia pihaknya telah membayar premi sebanyak 16 kali. Sesuai dengan perjanjian awal, jika almarhum meninggal dunia berhak atas tanggungan sebesar Rp250 juta. “Bahkan jelang kematian kakak saya pun kami tetap diwajibkan membayar premi. Setelah meninggal jangankan lagi mendapatkan klaim seperti dijanjikan sebelumnya, dana yang sudah masuk pun dinyatakan hangus,” keluhnya. (LE-6)



Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Kiay Oedin Lantik Untung Subroto  (26.06.2010)
Kotak Saran Tidak Diberdayakan  (26.06.2010)
Pembuatan Paspor 300 Sebulan  (26.06.2010)
Penerimaan PBB Lampung Rendah (26.06.2010)
Ratusan Miliar Untuk WFC  (26.06.2010)
Miskin Promosi, Minim Investasi  (26.06.2010)
BPMP Tunggu Keputusan Kanwil Depag  (26.06.2010)
Gedung Terminal Rajabasa Rusak  (26.06.2010)
Ical Turun Gunung (26.06.2010)
Sudarno Eddi Akhirnya Tutup PT DR  (25.06.2010)



 
::| Latest News
::| Events
November 2014  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]