DPRD: Sekolah Tak Tanggap!
Jumat, 26 08 2011, 15:37 (GMT+7)
** Wabah Hepatitis Mssal DPRD: Sekolah Tak Tanggap!
Metro Pusat, LE
Merebaknya wabah penyakit hepatitis yang menyerang puluhan siswa SPM Negeri 1 Metro menuai reaksi dari kalangan DPRD setempat. Dewan menilai, pihak sekolah tidak tanggap sehingga penyakit tersebut menyerang puluhan siswa. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Metro, Solehan menjelaskan, seharusnya pihak sekolah tanggap begitu ada siswa atau guru yang terserang penyakit hepatitis, dengan berkoordinasi dengan dinas terkait, sehingga penyakit tersebut tidak meluas. “Ini menunjukkan kalau pihak sekolah tidak tanggap,” kata Solehan, Kamis (25/8).
Dikatakannya, kalau pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, paling tidak ada solusi untuk mencegah agar penyakit tersebut tidak meluas, umpamanya dengan melakukan karantina terhadap penderita hepatitis, atau melakukan pemeriksaan terhadap lingkungan sekolah, terkait dengan merebaknya penyakit hepatitis tersebut.
“Kalau sekolah berkoodinasi dengan dinas terkait, maka akan dicari solusi agar penyakit tersebut tidak meluas,” ujarnya. Ia menambahkan, dalam waktu dekat komisinya akan melalukan peninjauan ke lokasi SMPN 1 Metro, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan para siswa yang menderita penyakit hepatitis.
“Kami akan menjadualkan kunjungan ke SMPN 1 Metro, untuk mengetahui lebih lanjut, mewabahnya penyakit hepatitis di sekolah itu,” jelas dia. Diketahui, wabah penyakit hepatitis menyerang sejumlah siswa SMP Negeri 1 Metro. Diduga, para siswa tersebut, tertular penyakit hepatitis dari salah seorang guru setempat, yang sebelumnya menderita penyakit tersebut. Keterangan yang berhasil dihimpun, siswa SMP Negeri 1 Metro yang terserang penyakit hepatitis, masing-masing Billy Dwi siswa kelas IX.1, Mentari Yunitasari siswa kelas IX.2, Fakih Rizky dan Rizky Kurniawan, keduanya siswa kelas IX.3, Indah Puspita Aziz, siswa kelas IX.4, Abizar Algifahri, Ilham Nurul, dan Bimo Afiano, ketiganya siswa kelas IX.5, Sivra Labonita, siswa kelas VIII.2, Annisa Puteri, siswa kelas VIII.4, serta dua orang anak penjaga sekolah masing-masing Atin Sofiananda (7,5 tahun), dan Lintang Prakoso (9). Menurut wali kelas IX.2, Margo Wahyuni, dugaan terjangkitnya hepatitis terhadap sejumlah siswa, berawal dari salah seorang siswanya yan bernama Icha, yang terserang penyakit tersebut. “Salah seorang siswa sebelumnya terserang penyakit hepatitis, ada dugaan penyakit tersebut kemudian menular ke siswa lain,” kata Margo Wahyuni, Rabu (24/8). Ia juga menambahkan, selain itu, salah seorang guru yang bernama Ina Mutiajuga terjangkit hepatitis. Hanya saja, pihaknya belum dapat memastikan, apakah wabah yang menyerang sejumlah siswa tersebut, berasal dari keduanya. “Kami juga belum dapat memastikan, apakah keduanya terserang penyakit hepatitis, yang kemudian menyerang siswa lain,” ujarnya. Sementara itu, penjaga SMPN 1 Metro, Bagio membenarkan, anaknya dinyatakan positif mengidap penyakit hepatitis, setelah diperiksa dokter RSU Ahmad Yani. Awalnya, kedua anaknya mengalami perut mulas, sesak nafas, dan pusing-pusing. “Setelah diperiksakan ke dokter, keduanya dinyatakan mengidap penyakit hepatitis,” kata Bagio.
(RD-9)
|