LAMPUNG EKSPRES NEWS

Suami Kalap Bantai Istri
Selasa, 13 07 2010, 13:50 (GMT7)

Bandarjaya, LE

Sebulan setelah pisah ranjang, rupanya membuat Arif Haryanto (28) gelap jiwanya. Arif menjadi begitu kalap ketika permintaannya untuk rujuk dengan Eka Haryati (27) ditolak mentah-mentah. Arif membunuh istrinya dan sempat melukai ibu mertua.

Kejadian ini berawal ketika Minggu (11/7) Arif mendatangi istrinya di Dusun VI Kampung Nambahdadi Kecamatan Terbanggibesar Lampung Tengah (Lamteng) dan sempat mengajak Rifka Nurhasanah (6), putrinya, ke pasar untuk membeli baju. Kemudian dia bertemu dengan sejumlah kerabat Eka dan mengutarakan keinginananya untuk rujuk kembali dengan Eka. Namun keinginan Arif  ditolak mentah-mentah oleh Eka sehingga musyawarahpun  selesai dengan bersalam-salaman.

Arif tidak bisa menerima kenyataan itu. Malam itu juga sekitar pukul 04.30 WIB dinihari Arif kembali mendatangi rumah istrinya. Ketika Arif masuk, dia tepergok Yatinah (65), ibu Eka, yang sedang mengambil air wudhu di kamar mandi. Tanpa basa basi Arif memukuli mertuanya sehingga terdengar suara gaduh. Eka pun keluar untuk membantu ibunya. Melihat Eka, kemarahan Arif langsung meledak. Dia membantai Eka dengan delapan tusukan didada sehingga meninggal dunia sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Sementara Yatinah dirawat di RS Yukum Medical Centre.

Sebenarnya perilaku Arif cukup baik dan mempunyai rasa tanggung jawab sebagai seorang kepala rumah tangga. Namun belakangan sifat Arif berubahdimana dia kerap pulang larut malam dalam keadaan mabuk, berjudi dan main perempuan. Yang lebih parahnya lagi banyak orang datang menagih utang kepada Arif. Hal itulah yang memicu pertengkaran sehingga kemudian mereka pisah ranjang. Setelah satu bulan pisah ranjang Arif pulang ke rumah orang tuanya di Metro, sementara Eka melanjutkan pekerjaannya sebagaui buruh di PT GGPC.

Kapolsek Terbanggibesar AKP Dennie Andreas Dermawan mewakili Kapolres Lamteng AKBP Budi Wibowo membenarkan telah terjadi pembunuhan yang mengakibatkan seorang meninggal dan seorang lagi dirawat di rumah sakit. "kami baru memeriksa seorang saksi yaitu Ida Apriliyano (18), keponakan korban mengetahui peristiwa tersebut. Yatinah belum bisa dimintai keterangan lantaran tengah dirawat di rumah sakit,” ujar Denni.

Dari kejadian tersebut polisi menyita sebliah golok, pisau, ikat pinggang, dompet, KTP dan SIM milik pelaku.

(RD-12)


Copyright © 2005-2008 Nulled by [x-MoBiLe]. All rights reserved.