Terbakarnya Pasar Koppindo Akibat Korsletting
Sabtu, 05 01 2013, 02:14 (GMT+7)
Metro,LE Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Pasar Koppindo, yang meludeskan 9 unit toko dan 22 los hamparan terbuka disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik (korsletting). Namun demikian, pihak Polres Kota Metro, masih menunggu hasil pemeriksaan tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.
Menurut Kapolres Kota Metro, AKBP Agoes Soejadi, saat mendampingi tim dari Labfor Mabes Polri, yang melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Jumat (4/1) mengatakan dugaan awal penyebab kebakaran tersebut akibat korsletting. “Untuk kesimpulan akhir penyebab kebakaran, kami masih menunggu hasil kerja dari tim Labfor yang melakukan pemeriksaan di TKP,” kata Agoes Seojadi.
Dijelaskannya, terkait insiden kebakaran Pasar Koppindo, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, di antaranya Andi, salah seorang petugas Satpam yang pertama kali melihat kebakaran terjadi, serta tiga orang petugas Satpam lain, yang salah satu di antanya merupakan komandan regu (danru). “Untuk saksi-saksi, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang petugas Satpam, di antaranya Andi, petugas Satpam yang pertama kali mengetahui insiden kebakaran, serta tiga orang petugas Satpam lainnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Walikota Metro Lukman Hakim didampingi sejumlah pejabat teras pemkot setempat, juga mengunjungi lokasi kebakaran kemarin. Menurut Lukman, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk menentukan penanganan selanjutnya untuk para pedagang yang menjadi korban kebakaran. “Kami akan menggelar rakor besok (Sabtu, red) untuk menentukan penanganan selanjutnya bagi para pedagang. Sejauh ini, belum ada permintaan dari pedagang, apakah mereka akan tetap bertahan atau akan direlokasi,” kata Lukman Hakim.
Selain itu, kata dia, Pemkot akan melakukan uji bangunan untuk mengetahui, apakah bangunan Pasar Koppindo layak dipertahankan atau akan diremajakan, mengingat usia bangunan sudah lebih dari 30 tahun. “Kalau menurut saya, usia bangunan yang sudah lebih dari 30 tahun sudah tidak layak. Karenanya, kita akan lakukan uji bangunan juga,” lanjut dia.
Kemudian, terkait penyebab kebakaran seperti yang disebutkan oleh Kapolres Kota Metro karena listrik, Pemkot akan meminta kepada PT PLN untuk mengecek kelayakan jaringan listrik yang ada di bangunan pasar Kota Metro. “Seperti kita lihat, jaringan kabel listrik memang terlalu berat, karena ada beberapa yang terpusat pada satu titik. Untuk itu, kita akan berkoordinasi dengan PLN,” jelasnya.
Diberitakan, belum hilang ingatan pedagang atas terbakarnya lapak pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Cendrawasih, Kamis (3/1) sekitar pukul 19.00 WIB, puluhan toko kelontongan yang terletak di lantai II Pasar Koppindo Kota Metro terbakar. Hingga pukul 21.00 WIB, empat unit mobil pemadam kebakaran dari pemkot setempat belum berhasil memadamkan api. Keterangan yang berhasil dihimpun, insiden kebakaran, berawal dari toko plastik dan pecah belah milik Ahmad, yang terletak di lantai II Pasar Koppinda yang berdekatan dengan Kantor UPT Pasar. Dalam hitungan menit, kobaran api yang tertutup asap tebal terus merambat ke toko yang letaknya berdekatan, sehingga puluhan toko yang terletak di sisi kiri Pasar Koppindo nyaris terbakar seluruhnya. Bahkan, toko yang terletak di sisi sebelah kanan, yang sebagian besar kosong, juga turut terbakar.
Kapolres Kota Metro, AKBP Agoes Soejadi yang turun langsung ke lokasi kebakaran mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran serta jumlah kerugian material akibat insiden kebakaran tersebut. Menurut dia, upaya yang dilakukan adalah memadamkan api, agar kebakaran tidak meluas ke toko-toko yang lain. “Kami belum dapat menyimpulkan, apa penyebab kebakaran. Namun, informasi awal di lantai II Pasar Koppinda banyak pedagang makanan yang menggunakan tungku api untuk memasak. Untuk itu, kita akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi,” kata Agoes Soejadi. (RD-4)
|