LAMPUNG EKSPRES news
LE MEDIA GROUP
Jumat, 26 05 2017, 16:22 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Kriminal
 
Ditunjukkan Foto, Terdakwa Mutilasi Pansor Menangis

Rabu, 08 03 2017, 09:49 (GMT+7)

Bandarlampung, LE

Terdakwa Medi Andika tertunduk lesu dan menangis saat ditunjukan barang bukti berupa foto-foto potongan bagian kepala anggota DPRD Kota Bandarlampung M Pansor. Dalam sidang lanjutan dengan agenda keterangan terdakwa tersebut, terdakwa yang sempat memberi keterangan berbeli-belit lantaran tidak mengakui terus terang perbuatannya membuat majelis Hakim geram. Hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di PN Tanjungkarang, Selasa (7/3).

Terdakwa mengaku mengenal korban sejak delapan tahun lalu. Kemudian Medi menjelaskan saat mendengar berita penemuan mayat itu terdakwa langsung membantu mencari informasi keberadaan mayat korban tersebut. Namun, ketika ditanya apakah anda turut serta dalam kasus pembunuhan ini? Lalu terdakwa hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan majelis Hakim. Lalu, Hakim anggota Yus Enidar sempat memperingati kepada terdakwa agar dapat terus terang saat memberikan keterangan.

Kenapa hanya diam? Jawab Medi, lanjut majelis Hakim Yus Enidar, saya tau kamu tertekan dengan kondisi ini jadi silahkan kamu berterus terang apakah kamu ada hubungan dengan potongan kepala korban itu, lalu terdakwa hanya menganggukkan kepalanya saja sambil menangis. “Iya bu, saat tertekan dengan keadaan saat ini," kata Medi dipersidangan. Selain itu terdakwa membenarkan jika ada hubungan emosional antara dirinya dengan korban.

Tidak hanya itu, Medi berkali-kali sempat terdiam saat beberapa kali melihat barang bukti berupa gambar potongan kepala korban yang diajukan ke persidangan. Bahkan Medi juga sempat menangis ketika ditanya tanganmu kah yang memotong kepala Pansor? Medi terdiam lagi sambil menghapus air mata. Terungkap dipersidangan jika dari wajahnya Medi menyimpan penyesalan yang amat dalam ketika dipertunjukan gambar potongan kepala dihadapan majelis hakim.

Medi mengaku ada hubungannya dengan potongan kepala Pansor itu, Kemudian saat kembali ditanya apakah masih bergerak ketika tubuh Pansor dipotong? Medi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Usai persidangan, keluarga korban yang geram menyaksikan persidang itu, langsung menunggu didepan ruang sidang sambil menjerit histeris serta menunjuk-nujuk dan berkata kotor kepada terdakwa. “Silahkan siapkan saksi yang meringankan untuk sidang berikutnya dan saksi tersebut harus disumpah. Dari keterangan anda ini kami akan mempertimbangkannya nanti," kata majelis Hakim.

Sebelumnya, pada persidangan minggu lalu saksi penyidik juga memberikan dokumen berupa hasil dari penyelidikan terkait kasus mutilasi yang tidak di masukan ke dalam berkas penyelidikan oleh penyidik polda. Hal itu membuat penasehat hukum terdakwa keberatan karna majelis hakim tidak memberikan tahukan dokumen yang diberikan saksi.

"Dokumen ini kami ambil dan kami tidak beritahukan ke muka umum namun dokumen ini tidak menjadi acuan dan penilaian kami terhadap terdakwa," ucap hakim ketua Minanoer Rachamat. Menanggapi hal tersebut Sopian Sitepu penasehat hukum terdakwa Medi Andika mengatakan, keberatan pada kebutusan hakim, karna pada dasarnya ada bukti atau ada bahan yang diberikan penyidik dari polri yang tidak di muka umum, dimana di persidangan harus terbuka dan harus seimbang.

"Tetapi itu tidak diberikan kepada kami , itu tidak harus dinyatakan hakim yang menyatakan itu yang bisa diterima karena ada hal yang bersifat tersembunyi yang dapat dipergunakan untuk merugikan klien kami itu yang sangat kami keberatan," katanya kepada wartawan usai persidangan.

Ia menjelaskan, bahwa kliennya tidak bersalah karna dari sebua alat bukti yang dihadirkan dalam persidangan tidak ada yang membuktikan bahwa kliennya adalah pembunuhnya. Sementara dakwaan ini adalah dakwaan menghilangkan nyawa orang lain sehingga pernyataan yang diberikan oleh saksi adalah sekedar sebagai suatu indikasi atau kesimpulan yang mana itu di dalam tindak pidana pembunuhan itu tidak bisa.

"Karena ini adalah delik matril harus ada perbuatan yang menimbulkan akibat dia tidak ada , jadi ini adalah suatu kekurangan sebelum terjadinya kematian tidak ada bukti sampai sekarang. Sehingga kami sangat yakin bahwa jaksa sama sekali tidak memiliki bukti. Apalagi lokusnya itu tidak bisa di buktikan di rumah," jelasnya.

Lebih lanjut Sopian menuturkan, terhadap pemeriksaan lay detektor dari penyidik yang menyatakan terdakwa 99 persen berbohong dianggap tidaklah relefan, karna ada beberapa orang yang ikut tes dengan alat tersebut, tetapi berkar pemeriksaannya tidak dimasukan kedalah perkara tersebut.

"line detektor itu juga tidak terbuka ada beberapa orang yang tidak dimasukan di kertas dan terhadap kesaksiannya terdalwa berbohong kan kata dia, tapi kan banyak yang tidak dimasukan juga di berkas yang sudah dijilid, ini ada apa, kenapa itu di sembunyikan," jelasnya. Sidang selanjutnya akan dilanjutkan pada pekan depan dengan kembali mendengarkan kesaksian dari para saksi. (LE-11)


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Peras Kelompok Tani, Oknum LSM Ditangkap Polisi (08.03.2017)
Polda Lampung Limpahkan Berkas Azwar Yacub cs (08.03.2017)
Korupsi Perpustakaan Lamteng, Kohar Ayub Divonis 2,5 Tahun (08.03.2017)
Korupsi BOS, Kepsek SMAN 3 Metro Divonis Penjara (08.03.2017)
Sidang Perdana Bambang Kurniawan Digelar 13 Maret (04.03.2017)
Isteri Cabut Laporan, Kasus Andika Kangen Jalan Terus (04.03.2017)
KPK Sudah Limpahkan, Bambang Kurniawan Segera Disidang (03.03.2017)
Kasus Mutilasi Pansor Hadirkan Pakar Deteksi Kebohongan Mabes Polri (01.03.2017)
Sidang Narkoba Sekda, JPU Hadirkan 3 Saksi (01.03.2017)
Komisi III DPR RI Kunker ke Mapolda Lampung (01.03.2017)



 
::| Latest News
::| Events
Mei 2017  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]