LAMPUNG EKSPRES news
Portal Berita Lampung
Selasa, 02 09 2014, 23:37 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Kriminal
 
Kasus Leasing Berubah Status
Selasa, 15 06 2010, 13:59 (GMT+7)

Bandarlampung, LE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, (15/6) langsung menaikkan status kasus perusahaan pembiayaan (leasing) Adira Finance dari penyelidikan (lid) menjadi penyidikan (dik). Peningkatan status itu tanpa harus melalui ekpose ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung karena Kejati sangat respon atas kasus tersebut.

Hal tersebut diungkapkan sumber LE di Kejari Senin (14/6). Dikatakan sumber, berkas-berkas kasus perusahaan leasing sudah di meja Kajari. “Dan Insyahallah besok (hari ini, red) status tersebut berubah dari penyelidikan (lid) menjadi penyidikan (dik),” ungkap sumber.

sebelumnya Kepala Kejari Bandarlampung HM Suhardy SH Mhum menjamin pihak akan segera mengekpose kasus perusahaan leasing Adira Finance. Karena berkas-berkas hasil penyelidikan yang dilakukan tim Intel Kejari sudah rampung. Bahkan nama calon tersangkanya sudah ada.

Dikatakan Kajari sebelum dinaiikan statusnya dari penyelidikan (lid) menjadi Penyidikan (dik) terlebih dahulu harus dilakukan ekpose di Kejati. “Setelah itu tim tindak pidana khusus (pidsus) baru melakukan penyelidikan dan menahan tersangkanya bila perlu,” ungkapnya.

Di samping berhak untuk menahan tersangkanya, menurut Kajari, pihaknya juga berhak menyitanya bahkan berhak juga mengeledah kantor perusahaan leasing (perusahaan pembiayaan) yang pimpinannya dijadikan tersangka tersebut.

Sebelumnya dua ahli dari Universitas Lampung (Unila) yaitu  Prof DR Sunarso SH MH dan Prof Abdul Kadir Muhammad menegaskan perbuatan para perusahaan leasing yang enggan membayar fidusia dan penghapusanya merupakan bentuk pidana korupsi. Menurut kedua profesor perusahaan leasing yang tidak mendaftarkan fidusianya jelas melanggar UU 42/1999 tentang Fidusia dan PP 38/2009 tentang Biaya Pendaftaran Fidusia dan Penghapusannya

Dikatakan sumber LE perusahaan leasing yang harus dinaikkan dulu status penyelidikannya (lid) menjadi penyidikan (dik) adalah Adira Finance, karena perusahaan tersebut telah terbukti tidak melakukan penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Lampung.

“Pastinya yang Adira Finance yang dinaikkan status penyelidikannya. Leasing yang lain segera menyusul,” terang dia.

Untuk perusahaan leasing lainnya, seperti FIF, Tunas Mandiri Finance, Suzuki, ACC, SMS, Otto, Batavia Finance, BAF, KTM, Viar, WOM, akan dimintai keterangannya juga, karena setelah di cek ke Kanwil Depkum Ham, ternyata perusahaan leasing di Bandarlampung tidak mendaftarkan fidusianya, akibatnya Negara dirugikan miliaran rupiah. (LE-9)


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Tiga Kali Kusmanto Cabuli Anak (15.06.2010)
Laporan Alzier Penuh Rekayasa (15.06.2010)
Paino Gelapkan Uang Setoran  (15.06.2010)
Pembeli Motor Curian Diringkus (15.06.2010)
Aticha Resmi Laporkan Suami (15.06.2010)
Ponpes Salam Tambakboyo Diduga Menyimpang (15.06.2010)
Ibnushiyam Resmi Tersangka Beras Busuk (15.06.2010)
Tersangka Bulog Lebih Dari satu (14.06.2010)
Kejari Panggil Saksi SMK Bobrok (14.06.2010)
Imanuddin Azis Dituntut Percobaan (14.06.2010)



 
::| Latest News
::| Events
September 2014  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]