LAMPUNG EKSPRES NEWS
Situs Berita Masyarakat Lampung
Kamis, 24 05 2012, 00:22 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Kriminal
Politik
Olahraga
Opini
Seni-Budaya
Harian Ekspres
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
 
Numpang Liyu
 
Amuk Massa
Senin, 22 08 2011, 21:17 (GMT+7)

Amuk massa yang terjadi kemarin di Menggala seolah menjadi alarm peringatan bahwa konflik horizontal terkait perselisihan agraria masih menjadi momok yang sedemikian menakutkan. Bagaimanapun, ini seolah menjadi penegas bahwa karakter anarkis masih sulit dikendalikan. Untuk diketahui, kosa kata ‘amok’ dalam beberapa bahasa di dunia adalah kontribusi dari bahasa kita yang sejujurnya benar-benar memiriskan hati.

Dalam setiap konflik, mesti selalu ada pihak-pihak yang berseteru. Kedua belah pihak lazimnya berdiri di kutub yang berseberangan dann saling menuding pihak musuh adalah pihak yang salah. Pihak musuh adalah penyebab terjadinya perseteruan.

Tetapi saat amuk massa terjadi, kedua belah pihak rasanya tak ada yang mau menyatakan diri sebagai pihak yang bertanggung-jawab. Keduanya akan kembali meradang dan menuding bahwa pihak musuh atau ada pihak-pihak lain yang menjadi penyebab mengapa chaos sampai terjadi dan meminta korban yang besar.

Dalam persoalan di Bujungtenuk, tentu saja warga menuding PT Citra Lamtorogung Persada sebagai pihak perusahaan yang melakukan aksi penyerobotan lahan sepihak sehingga masyarakat berada dalam kondisi yang dirugikan. Sebaliknya, tentu saja PT CLP akan melontarkan sejuta argumen bahwa setiap langkah yang diambil sudah sesuai dengan mekanisme, prosedur, taat administrasi dan lain-lain hal yang mendasari perilaku benarnya.

Tetapi faktanya sudah terjadi insiden yang dipicu oleh perbuatan anarkis. Aset pemda yang dipinjam pakai PT CLP dibakar massa, sementara massa yang beringas harus ditangani dengan tangan keras oleh aparat keamanan dan kepolisian. Bahkan diceritakan bahwa tak sekedar menyerbu kantor, massa yang berada di bawah pengaruh provokasi dan emosi kolektif mencoba melakukan pengrusakan ke mobil damkar dan memblokade jalan sehingga sekian banyak kepentingan lain di luar urusan konflik dua pihak itu ikut tercederai.

Untuk jangka pendek, merupakan tugas berat aparat kepolisian untuk menjamin keamanan dan merehabilitasi kamtibmas. Tentu saja langkah yang harus diambil memang pasti pahit. Oknum-oknum yang melakukan perilaku anarkis harus ditangkap dan dilakukan proses hukum supaya terurai penyebab kejadian ini.

Lepas dari itu, dalam kasus-kasus sejenis, campur tangan pemerintah memang harus dilakukan untuk memberi ruang dialog dan proses mediasi sehingga jangan sampai ada aksi ikutan yang terjadi karena penanganan yang terbengkalai dan memulurkan penyelesaian persoalan sehingga menjadi bibit pemanas seolah api berada di dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa meledakkan persoalan dan menjadi aksi anarkis lagi.

Insiden semacam ini adalah sebuah coreng dalam upaya untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat. Semua pihak tercederai, sementara substansi persoalan jauh dari penyelesaiakan karena semakin tinggi tensi dan ditambah oleh nilai-nilai dendam setelah kerusuhan yang terjadi.

Tabik pun, nabik tabik. Sikandua kilu mahap. Numpang liyu puunn..
(st indrajaya)


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
100% (19.05.2011)
Pesantren (13.05.2011)
Mahal Karena Gaptek (12.05.2011)
Cuci Otak (20.04.2011)
Beras (28.02.2011)
Hiburan Kapal (24.02.2011)
Wisata (08.02.2011)
DPR vs KPK (01.02.2011)
Daya Saing (28.01.2011)
Minat Baca (27.01.2011)



 
::| Latest News
::| Events
Mei 2012  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]