LAMPUNG EKSPRES NEWS
Situs Berita Masyarakat Lampung
Kamis, 24 05 2012, 00:42 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Kriminal
Politik
Olahraga
Opini
Seni-Budaya
Harian Ekspres
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
 
Numpang Liyu
 
Sidak Narkoba

Jumat, 26 08 2011, 15:35 (GMT+7)

Beberapa hari yang lalu, aparat kepolisian di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba senilai Rp20 miliar dari Malaysia yang sedianya akan dikirim ke Jakarta. Ini adalah salah satu tangkapan terbesar yang pernah dilakukan. Di satu sisi ini merupakan sebuah prestasi tetapi di sisi lain seolah menyibak pucuk gunung es yang menggambarkan bagaimana memprihatinkannya peredaran gelap narkoba di Indonesia.

Tak seberapa lama sebelumnya, diberitakan juga legislator Lampung Firmansyah Alfian Husin  tertangkap dalam kasus narkoba di Jakarta. Ini merupakan kasus kesekian yang juga menunjukkan bagaimana jerat narkoba sudah sedemikian merasuk dalam setiap aspek. Dari anak-anak sekolah hingga anggota dewan bahkan hingga ke cicit mantan presiden.

Bisa disimpulkan, salah satu penyebabnya adalah cara penanganan negeri inn terhadap para penjahat narkoba. Rasanya, efek jera yang biasanya mengikut dengan sanksi pidana tak lagi menjadi penakut bagi pengedar dan pecandu narkoba. Fatal sekali berkali terbongkar bahwa jaringan peredaran gelap narkoba malah bersumber dari balik jeruji lembaga pemasyarakatan.

Regulasi baru yang meruangkan sisi rehabilitasi bagi pecandu narkoba saat ini malah diterjemahkan oleh pecandu dan penasehat hukumnya sebagai sebuah ruang untuk keluar dari sanksi pidana dengan memosisikan pecandu sebagai korban. Rasanya, kita akan melihat banyak penjahat yang girang dengan regulasi ini.

Menangkal jejak narkoba semestinya memang tak boleh menyisakan sedikitpun ruang. Kalau saat ini sudah menjadi regulasi standar bahwa setiap siswa dan calon pegawai harus tes urine terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada pecandu narkoba dalam rekruitan baru, maka metode ‘sidak narkoba’ juga bisa dilakukan.

Sidak dilakukan bagi kelompok-kelompok masyarakat yang memberi efek kejut besar dan memperoleh perhatian publik. Misalnya, jika secara random tes narkoba digelar untuk legislator dengan mempergunakan momen tertentu yang bisa membuat siapapun terlihat karena sorotan publik sedang terang-benderang. Atau di kantor aparat penegak hukum dengan ekspos dan kontrol yang bisa menjamin untuk menjaring oknum-oknum yang seharusnya menjadi panutan dan pemberantas malah bisa-bisanya dijerat oleh barang haram tersebut.

HMI akan tetap mengampanyekan bahwa jangan sampai kita mengendurkan kewaspadaan. Toleransi nol untuk narkoba adalah satu-satunya jalan mengingat kita semua sepakat bahwa narkoba memberi efek merusak yang sedemikian fatal. Kita bisa kehilangan satu generasi produktif yang hanyut dalam alam khayal dan ilusi narkoba yang jika sudah merasuk akan sangat sulit untuk direhabilitasi. Kita harus perang dengan narkoba dan jangan sampai berkurang kewaspadaan sedikitpun.

Tabik pun, nabik tabik. Sikandua kilu mahap. Numpang liyu puunn..

(st indrajaya)


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Amuk Massa (22.08.2011)
100% (19.05.2011)
Pesantren (13.05.2011)
Mahal Karena Gaptek (12.05.2011)
Cuci Otak (20.04.2011)
Beras (28.02.2011)
Hiburan Kapal (24.02.2011)
Wisata (08.02.2011)
DPR vs KPK (01.02.2011)
Daya Saing (28.01.2011)



 
::| Latest News
::| Events
Mei 2012  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]