LAMPUNG EKSPRES news
Portal Berita Lampung
Sabtu, 20 09 2014, 04:51 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Numpang Liyu
 
PDAM, Mana Janjimu?
Jumat, 26 07 2013, 19:46 (GMT+7)


Kemarin, nyaris seharian hujan mengguyur kota Bandarlampung dan sekitarnya. Mulai pagi hari sudah merintik dan semakin terang hari semakin menderas. Tentu saja merupakan gangguan bagi warga yang akan memulai aktivitas sebagai pegawai negeri dan karyawan kantoran serta anak-anak sekolah.
Ya, tentu bagian sebagian warga hujan sedikit menyusahkan, tapi bagi warga lainnya hujan adalah berkah. Apalagi bila dikaitkan dengan bulan Ramadhan yang katanya penuh berkah. Cuaca hari yang tidak terlalu panas sehabis diguyur hujan, menjadikan orang yang berpuasa tidak terlalu disiksa rasa dahaga seperti ketika udara gerah mendera.
Tapi, ada yang membuat miris. Di tengah guyuran hujan bertubi dalam minggu-minggu ini ternyata masih ada sebagian warga yang kesulitan memperoleh air bersih dikarenakan distribusi air PDAM Way Rilau dibatasi. Seperti yang dialami kerabat LE yang bermukim di Perumahan Bukit Kemiling Permai. Di sana, cerita dia, air ledeng digilir sehari hidup dua hari mati. Aguy, terang saja sangat menyusahkan apalagi kondisi puasa ini konsumsi air agak boros disbanding hari biasanya.
Apa pasal PDAM Way Rilau masih juga kesulitan mendrop air bersih bagi warga tersebut. Kalau dari segi debit air sungai yang menjadi sumber PDAM semestinya disaat banyak hujan ini airnya akan melimpah. Lain halnya kalau kemarau, sangat masuk akal kalau debit air sungai menyusut. Tentu warga akan memakluminya.
Padahal PDAM Way Rilau telah mengumbar janji akan memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat dengan memasang mesin pompa. Kalau masih ada warga perumahan yang kesulitan mendapatkan air bersih, tentu saja mereka akan bertanya buktinya mana?
Dan, kekecewaan tidak saja dating dari warga melainkan kalangan legislatif pun menyorot dan menilai PDAM Way Rilau tidak profesional. Buruknya pelayanan PDAM Way Rilau dituding sebagai persoalan klasik yang tak pernah bisa diselesaikan. Meski Dirutnya diganti berulang-ulang toh tetap saja kinerjanya tak berubah.
Apakah perlu warga berduyun-duyun ngeluruk ke kantor PDAM Way Rilau untuk melancarkan aksi demo menuntut janji bahwa pasca pemasangan mesin pompa pelayanan akan lebih baik. Janganlah persoalan buruknya pelayanan ini baru dibenahi setelah ada gejolak warga. Seharusnya, PDAM Way Rilau memiliki perencanaan yang matang terkait pemasangan mesin pompa dimaksud. Apakah betul sudah dipasang atau baru sekedar wacana. Kalau pun ada pemasangan mesin pompa harus ada target kapan rampung, jangan sampai molor dari target yang dijanjikan sehingga tidak lagi ada keluhan dari warga.
Bermula dari janji PDAM Way Rilau akan memperbaiki kualitas pelayanan, itu yang memicu warga mempertanyakan; “PDAM, mana janjimu?” Kalau tak ada peningkatan kualitas pelayanan, seyogianya masyarakat menagih janji itu. Makanya, janji tersebut harus dipertanggungjawabkan, baik secara teknis maupun realisasinya, demi citra PDAM Way Rilau sebagai BUMD yang berarti juga citra bagi Pemerintah Kota Bandarlampung.
 
Tabik pun nabik tabik, ki lamon salah sikandua ngilu mahap. Numpang liyu puuun.
 
@tabik_HMI


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Bukber (23.07.2013)
Anjal dan Gepeng (19.07.2013)
Problem Solving (18.07.2013)
Komisi D (17.07.2013)
Jujur (16.07.2013)
Kue Bukaan (15.07.2013)
Peran Media (12.07.2013)
Energi Puasa (11.07.2013)
Belangiran (02.07.2013)
Evaluasi Biling (01.07.2013)



 
::| Latest News
::| Events
September 2014  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]