LAMPUNG EKSPRES news
LE MEDIA GROUP
Jumat, 26 05 2017, 16:22 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Numpang Liyu
 

MEA-nya Ulun Lampung
Sabtu, 09 01 2016, 11:57 (GMT+7)

Tabik pun, nabik tabik. Tabik di kuti rumpok. Punyimbang tuha raja seunyinni. Sikanduwa haga numpang cawa. Cawa puuuuuunnnn.

Kemarin lusa, lamban LE didatangi salah seorang akademikus yang menjadi mastermind universitas terpandang berbasis di Kota Tapis Berseri, Universitas Bandar Lampung. DR Ir HM Yusuf Sulfarano Barusman MBA anjangsana untuk menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya ayahanda kami, Buya HMI.

DR Yusuf menyatakan dirinya memiliki kesan sangat mendalam soal Buya terkait ketokohannya di dunia pers dan tentu saja sebagai ulun Lampung yang memiliki konsistensi membangun media aseli kepunyaan masyarakat Lampung. Rasanya sama persis dengan UBL yang juga punya rekam-jejak panjang di dunia perguruan tinggi dan menyandang nama Bandar Lampung bukan sekadar nama kota tetapi pantas pula jadi aikon.

Usai berbincang menyampaikan kondolensi, Bung dolop awalnya sepintas lalu menyinggung soal Masyarakat Ekonomi ASEAN yang mulai berjalan tahun ini. Sontak Rektor UBL itu dengan antusias menyampaikan kalau pihaknya, dirinya selaku akademikus juga UBL sebagai lembaga pendidikan, sekira tahun 2013 sudah teriak-teriak soal pasar bebas level ASEAN itu.

Saat kami berkunjung ke Thailand, mereka menyuguhi suasana bahwa negara gajah putih itu sudah sedemikian lengkap mempersiapkan diri menghadapi MEA. Sementara di kita kadang-kadang kalau diajak berdiskusi malah melontarkan anekdot soal Belanda masih jauh, papar DR Yusuf.

Ulun Lampung, kata dia, sering memosisikan diri sebagai tuan rumah yang gampang puas. Tak perlu jadi juara satu tapi kita suka berbangga hanya sekedar bermodal putra daerah saja. Tugas kita sekarang adalah mengedukasi masyarakat Lampung untuk memiliki kualifikasi terbaik sehingga bisa bersaing bahkan di level internasional sekalipun. Kali ini kita masih harus menghadapi MEA.

Yusuf Barusman menegaskan jika soal kualitas terbaik bukan perkara yang bisa ditawar-tawar. Dia menceritakan jikalau staf pengajar di UBL, salah satu yang dijadikannya percontoh adalah Fakultas Teknik, selain memiliki kecakapan akademis yang mumpuni juga harus memiliki sertifikasi keahlian sehingga akan siap untuk berkarya nyata. Jangan cuman gara-gara tidak memiliki sertifikasi kemudian peluang kerja disambar oleh orang luar, paparnya.

Lebih jauh lagi, rektor juga menyebut bahwa mashasiswa-mahasiswa yang akan lulus dari UBL pun akan dibekali selain ijazah akademik pun dilengkapi oleh sertifikasi keahlian yang akan memperkuat dan mempermudah ketika bergelut di dunia kerja.

Intinya, kita jangan hanya teriak-teriak minta jatah karena sekadar anak kampung sini semata. Akamsi boleh saja, tetapi kualitas tetap harus bersaing sehingga mutu tercapai dan Lampung akan semakin menjulang. Jadi, berkompetisi dengan ulun Filipina, Thailand, Malaysia dan sepenjuru Asia Tenggara bukanlah persoalan jatah putera daerah. Ulun Lampung memang kudu jadi tuan rumah di kampung halaman, karena memang yang menang berkompetisi dan bersaing liwat kualitas!

Tabik pun, nabik tabik. Sikanduwa kilu mahap. Numpang liyu puuuuuuu.



Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Monitor Artis (07.01.2016)
Pejabat Mundur (29.12.2015)
Masih Hasil Sementara (10.12.2015)
Tol Sumatera (04.03.2014)
Pergolakan Dunia (05.09.2013)
Bebas Rahasia (04.09.2013)
Kepuasan Batin (02.09.2013)
Luhot jama CJH (01.09.2013)
“Penggembira” (01.08.2013)
Mangkir (31.07.2013)



 
::| Latest News
::| Events
Mei 2017  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]