LAMPUNG EKSPRES news
LE MEDIA GROUP
Jumat, 26 05 2017, 16:22 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Numpang Liyu
 
Menghibur
Senin, 11 01 2016, 12:05 (GMT+7)

Tabik pun, nabik tabik. Tabik di kuti rumpok. Puyimbang tuha raja seunyinni. Sikanduwa haga numpang cawa. Cawa puuuun.

Tadi malam digelar acara takziah dalam rangka tujuh hari wafatnya isteri Pemimpin Umum Lampost, Pak Bambang Eka Wijaya. Hj Anisyah binti Abdul Muin, yang juga ibunda dari karib Bung dolop, Dede Safara Wijaya. Ratusan kerabat, sahabat jiran serta tetangga memadati kediaman BEW di Bataranila, hadirin kemudian disiram tausiyah dari KH Nurvaif Chaniago.

Ustadz Nurvaif memulai ceramahnya dengan sangat khidmat liwat lamat suara khas kebapakan dan membawa hadirin untuk bersama menghibur sahibbul musibah, BEW dan segenap keluarga besar. Mantan Ketua Muhammadiyah Lampung itu menyitir istilah takziah yang berarti menghibur.

Hj Anisyah tutup usia setelah melewati perawatan kanker di RS Sardjito, Jogja. Dikutiplah oleh KH Nurvaif jika saat wafatnya putera Rasulullah, Ibrahim, maka junjungan kita itu terkulai lemas hingga menyandarkan kepala ke bahu Abdurrahman bin Auf. Seberat-berat ujian bagi manusia adalah ditinggalkan oleh orang tercintanya kembali ke Rahmatullah.

Menghibur tentu saja harus dilakukan karena beban berat ujian dan kesedihan mendalam. Pun meski takziah hukumnya adalah sunnah. Takziah merupakan kewajiban bagi setiap muslim kepada muslim yang lain. Orang yang meninggal dunia berhak atas hak takziah.

Mati adalah kepastian. Takdir Allah. Sehingga kesedihan saat menghadapi ujian terberat itu kerap membuat guncang. Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Siapapun yang hidup pasti akan mati. Bagi kami yang masih membekas duka ditinggalkan ayahanda tercinta, tausiyah sesubstantif itu tentu mengena dan menghibur.

Di kala sulit, di kala gelap. Mendapat terang tentu sangat menyentuh hati. Bagaimana adab-adab berduka dan menguatkan iman di saat mendapat ujian tentu mengarahkan kepada keyakinan soal tujuan hidup hakiki yakni mati berpulang kepada-Nya untuk kemudian di alam kekal menikmati apa yang sudah ditandur masa sebelumnya.

Selayaknya selagai alim ulama terpandang milik umat, Ustadz Nurvaif menyampaikan hal itu dengan cara yang amat luwes. Dimana hadirin mendengarnya sampaian bernas dengan tuntunan yang meneduhkan. Menyampaikan ihwal masa kedukaan dengan cara yang sangat menenangkan hati, menghibur.

Takziah adalah majelis ibadah diniatkan untuk segala hal-hal baik. Doa dan silaturrahmi untuk melapangkan almarhum-almarhumah, menghibur ashabbul musibah dan tentu saja pahala ibadah bagi setiap langkah yang diayun untuk berangkat ke majelis ibadah itu. Tentu saja untuk mengikis segala penyakit hati karena ketika keyakinan atas kematian akan membuat siapapun bersiap dengan semua nilai baik semasa hidup sebagai bekal berpulang. Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Tabik pun, nabik tabik. Sikanduwa kilu mahap. Numpang liyu puuuun.



Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
MEA-nya Ulun Lampung (09.01.2016)
Monitor Artis (07.01.2016)
Pejabat Mundur (29.12.2015)
Masih Hasil Sementara (10.12.2015)
Tol Sumatera (04.03.2014)
Pergolakan Dunia (05.09.2013)
Bebas Rahasia (04.09.2013)
Kepuasan Batin (02.09.2013)
Luhot jama CJH (01.09.2013)
“Penggembira” (01.08.2013)



 
::| Latest News
::| Events
Mei 2017  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]