LAMPUNG EKSPRES news
Portal Berita Lampung
Rabu, 17 09 2014, 08:29 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Seni-Budaya » Opini
 
Berlomba Menjadi Calon Gubernur
Selasa, 26 03 2013, 00:36 (GMT+7)


oleh: Budimansyah

MESKI pemilihan gubernur (Pilgub) Provinsi Lampung belum mendapat 'restu' dari pemerintah pusat dilaksanakan tahun ini, namun sejumlah nama tokoh politik dan pejabat 'mempromosikan' kesiapannya untuk di jagokan menjadi calon gubernur lima tahun mendatang.
Walikota Bandarlampung, Herman HN misalnya, sudah mulai 'menawarkan diri' kepada parpol dan rakyat untuk diusung dan dipilih sebagai calon gubernur Lampung periode 2013-2018. Keberaniannya itu, dibuktikan dengan menebar baner di sejumlah warung dan melakukan kunjungan ke kabupaten/kota yang sudah disiapkan 'tim suksesnya'.
Dalam hal ini, Herman HN yang disebut-sebut salah satu 'anak emas' Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP saat menjabat Karo Keuangan dan Kadispenda Pemprov Lampung, tidak hanya mengandalkan dukungan dari parpol yang memiliki kursi di parlemen untuk menuju kursi BE-1.  Tapi, Herman juga akan menggunakan jalur perseorangan.
Kemudian, Berlian Tihang (Sekdaprov Lampung) meski namanya 'wajah baru' di belantika perpolitikan tidak kalah genjarnya melakukan sosialisasi untuk mendapat simpatik masyarakat dan parpol menjadi calon gubernur. Sudah jauh-jauh hari, mantan Kadis Bina Marga Provinsi Lampung yang memiliki slogan 'Lampung Surga Kita' kerja keras turun ke lapangan demi mendongkrak popularitasnya.
Nama Berlian Tihang sudah cukup populer dikalangan masyarakat Lampung. Dia berangkat dari seorang PNS karir di Kabupaten Lampung Utara, karena keberhasilan dan prestasinya dipercaya Sjachroedin ZP (Gubernur Lampung) untuk meninggalkan kursi Kadis Bina Marga dan menjadi Sekdaprov Lampung.
Bahkan, Sjachroedin ZP selaku Ketua DPD PDIP Lampung disebut-sebut sudah mempersiapkan Berlian Tihang sebagai kandidat calon gubernur yang akan diusung partainya. Hal ini, dilakukan Kiay Oedin panggilan akrab gubernur itu agar beberapa program unggulan yang digulirkan dapat dilanjutkan oleh orang kepercayaanya tersebut.
Dengan sinyal dukungan Kiay Oedin, maka peluang dirinya diusung Parpol bila pilgub dilaksanakan tahun ini, tidak serumit Herman HN. Karena, kemungkinan besar akan diusung oleh PDIP yang akan berkoalisi dengan PDK.
Selain dua nama tersebut, kandidat calon gubernur lainnya yang bukan dari politisi adalah Kolonel Czi Amalsyah Tarmizi yang saat ini masih menjabat Danrem 043/Gatam. Dengan slogan 'damai itu indah', Amalsyah jauh-jauh hari sudah menasbihkan dirinya sebagai calon gubernur yang akan diusung oleh parpol pemenang pemilu.
Sementara itu, tokoh politik yang sudah berani atau sekedar mencari sensasi mensosialisasikan keberaniannya menjadi calon gubernur yakni, Ferdinand Sampurnajaya (anggota DPR RI) yang menebar baner dan spanduk 'langkah pasti' mengklaim sudah mendapat 'restu' dari petinggi Partai Hanura di DPP untuk berkompetisi di Pilgub Lampung.
Kemudian, Ketua DPD Partai Gerindra Lampung, Gunadi Ibrahim walaupun sudah diputukan partainya sebagai kandidat calon gubernur masih terkesan malu-malu mensosialisasikan pencalonan dirinya kepada masyarakat. Bahkan, terdengar kabar mantan anggota DPRD Lampung ini legowo mundur dari pertarungan dan memberikan 'perahu' partainya kepada kandidat calon gubernur lain.
Selanjutnya, M Alzier Dianis Thabrani (ADT) meski dalam konstelasi pilgub lalu mengalami kekalahan, namun dengan dukungan pengurus DPD II Golkar se-Lampung dirinya selaku Ketua DPDI I Golkar dipilih kembali sebagai calon gubernur.
Tapi, langkah ADT untuk kembali bertarung di pilgub menjadi calon tunggal partai berlambangkan pohon beringin tidak mulus, karena harus berkompetisi dengan kader Golkar lainnya yakni, Riswan Tony (anggota DPR RI) yang mewakili daerah pemilihan Lampung, yang cukup gencar melakukan sosialisasi pencalonannnya sebagai calon gubernur kepada masyarakat.
Walaupun dua kader Golkar ini berkompetisi, sudah dapat dipastikan ADT menang 'satu langkah' dari Riswan Tony yang sudah menebar senyum di baleho dan baner 'salam pak RT', karena estimasinya sederhana, barang siapa yang bisa menjabat sebagai ketua Golkar maka kemungkinan besar akan dijagokan sebagai calon gubernur.
Bagaimana Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, M Ridho Fikardo. Meski, belum secara terbuka menebar dan menaikkan baliho, baner dan spanduk yang sebesar-besar, politisi muda ini bisa tersenyum, karena dukungan dari DPC Demokrat kabupaten/kota se-Lampung sudah harga mati agar dirinya menjadi calon gubernur tunggal partai berlambangkan Mercy itu.
Diluar nama-nama diatas, ada nama Mukhlis Basri Ketua DPC PDIP Kabupaten Lampung Barat yang juga merupakan bupati kabupaten setempat, dan memiliki peluang diusung PDIP sebagai calon gubernur.
Dia berangkat dari seorang anak petani yang kemudian terjun ke politik sebagai Ketua DPC PDIP Lampung Barat, yang membawanya menjabat sebagai Wakil bupati dan akhirnya dipercaya masyarakat Lampung Barat untuk menjadi bupati selama dua periode. Sejauh ini, nama Mukhlis Basri masih terkesan bersih karena belum ada “noda” yang mengotorinya. Sebagai politisi muda yang dibilang sukses dalam karir politiknya, dia mempunyai peluang yang cukup besar untuk dapat memenangi kontelasi Pilgub Lampung  yang akan datang.
Dari sekian banyak nama-nama calon gubernur, pastinya masing-masing dari mereka berharap dapat menjadi calon gubernur dan akhirnya terpilih oleh masyarakat sebagai gubernur.
Mereka sah-sah saja berlomba-lomba untuk menawarkan diri sebagai calon gubernur kepada rakyat. Strategi pemenangan boleh-boleh saja dilakukan dengan berbagai cara selama masih dalam batas kewajaran dan tidak keluar dari nilai-nilai estetika berpolitik.
Namun pada akhirnya mereka semua harus sadar, bahwa keputusan akhir ditangan masyarakat yang mempunyai kuasa untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpinnya.  Rakyat sudah mulai cerdas dalam memilih pemimpinnya. Tidak lagi sebatas melihat figur yang gagah dengan partai pengusungnya. Karena, yang di inginkan adalah perubahan yang nyata, bukan sekedar pemimpin yang menebar janji-janji palsu “lip service” yang tidak terealisasikan. (***)


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Fit and Proper Test Pimpinan KPK (26.08.2011)
Aktor Sang Aktor GayusT (24.01.2011)
Solusi Sosiologis Anak Jalanan 2011? (07.01.2011)
Menumbuhkan Kesadaran Bersolidaritas di Tahun Baru (03.01.2011)
“Study Banding“ Aku Tahu Apa Yang Kau Mau (28.12.2010)
Putihkan Kertas Putih (28.12.2010)
TKI: Antara Derita dan Devisa (27.12.2010)
ARUS MODAL DAN PERINGKAT TUJUAN INVESTASI (27.12.2010)
Gubernur Dipilih DPRD? (22.12.2010)
Study Banding Sekolah? (21.12.2010)



 
::| Latest News
::| Events
September 2014  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]