LAMPUNG EKSPRES news
LE MEDIA GROUP
Jumat, 26 05 2017, 16:21 (GMT+7) Home FAQ RSS Links Site Map Contact
 
 
::| Keyword:       [Advance Search]  
 
All News  
Politik
   » Pemililihan Presiden
Olahraga
   » Sepakbola
   » Piala Dunia
Kriminal
Numpang Liyu
Daerah
Bandar Lampung
Seni-Budaya
   » Opini
   » Pendidikan
   » Ekonomi
::| Newsletter
Your Name:
Your Email:
 
 
Seni-Budaya
 
Belum Dibangun, Tugu Pengantin Kotabumi Sudah Menuai Protes

Kamis, 09 03 2017, 09:47 (GMT+7)

Kotabumi, LE

Pembangunan tugu pengantin di jalan Pahlawan, Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), tepatnya di depan kantor Pemkab, menuai kontra dari warga sekitar. Mereka menilai, jika pembangunan tugu itu dikhawatirkan akan menghilangkan nilai sejarah nama jalan tersebut. Tak tanggung-tanggung, warga mengancam akan merobohkan patung tersebut jika memang benar-benar dibangun.

Hal itu terungkap saat sejumlah warga menyambangi kantor DPRD setempat, guna berdialog dengan para anggota legislatif, Rabu (8/3). Kedatangan perwakilan warga Jalan Pahlawan itu, diterima Wakil Ketua II Yusrizal dan anggota komisi III.

"Jika masih tetap diteruskan pembangunan tugu pengantin itu maka jangan salahkan kami jika terjadi 'Kalianda kedua' di Lampung Utara,” kata Zuheri, salah satu perwakilan warga. 'Kalianda kedua' yang dimaksud, yakni saat sejumlah warga merobohkan patung Zainal Abidin Pagar Alam yang saat itu di bangun oleh Bupati Lamsel Rycko Menoza pada tahun 2012 lalu.

Senada diungkapkan Agus, warga lainnya. Menurut dia, pembangunan tugu pengantin itu dinilai akan menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di Jalan Pahlawan‎.

Menurutnya, nilai sejarah yang ada pada jalan itu, dikarenakan nama Jalan Pahlawan itu sengaja diberikan untuk mengingat jasa pahlawan yang bertempat tinggal di jalan itu, yakni almarhum Mustafa. Almarhum Mustafa sendiri merupakan salah satu pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan dimakamkan di jalan tersebut. Jika tetap dibangun, dikhawatirkan ‎generasi mendatang tak lagi mengenal sejarah perjuangan pejuang perintis kemerdekaan yang dimakamkan di jalan itu."Kalaupun memang masih ingin dibangun tugu pengantin, kami minta Pemkab mengalihkannya ke lokasi lain. Jangan di situ!" tandasnya.

Menyikapi keinginan warga tersebut, Yusrizal yang juga selaku koordinator Komisi III menjelaskan, jika pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab setempat."Kami akan segera undang instansi-instansi terkait, guna membahs persoalan ini,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Untuk diketahui, pemkab setempat membangun tugu berupa sepasang pengantin yang mengenakan pakian adat Lampung. Letak tugu pengantin tersebut, dipusatkan di pertigaan jalan Pahlawan, tepatnya di depan kantor Pemerintahan setempat.

Kabid Ekonomi Bappeda Lampura, Anom Sauni, Kamis (2/3) menjelaskan, jika tujuan dibangunnya tugu tersebut merupakan keinginan Bupati untuk mempercantik wajah kota. Dan yang terpenting, tugu tersebut untuk mengenalkan adat budaya masyarakat Lampung khususnya Lampura, kepada masyarakat luar yang kebetulan singgah di Kotabumi. Mengingat, posisi Kotabumi ini sangat strategis karena berada di tengah-tengah atau daerah perlintasan.

Ketika ditanya sumber dan besaran dana untuk pendirian patung tersebut, Anom menjabarkan, jika anggarannya berasal Corporate Social Responbility‎ (CSR) PT Nakau, dengan besaran sekitar Rp 200 juta. Dibangunnya patung dengan dana tersebut, karena PT Nakau memiliki sisa dana CSR, yang sebelumnya telah diperuntukkan bagi kesejahteraan warga sekitar perusahaan.

"PT Nakau sudah melakukan berbagai kegiatan bermanfaat untuk warga sekitar, tapi karena dananya masih ada maka Pemkab menyarankan untuk digunakan membangun tugu yang tujuannya mempercantik wajah kota,” terangnya.

Mengenai desain dan Rincian Anggaran Biaya (RAB), lanjut Anom, dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Dimana sebelum menentukan desain, terlebih dahulu berkoordinasi dengan tokoh adat setempat sehingga bentuk yang dihasilkan nantinya sesuai dengan adat budaya Lampung. (RD-9)


Rating (Votes: )   
    Comments (0)        ShareThis         Print


Other Articles:
Pemprov akan Kaji Perbaikan Nama Radin Inten II (03.03.2017)
Gala Premiere Trinity, The Nekad Traveller Digelar di MBK (03.03.2017)
Raden Muhammad Ismail Dukung Gamolan Institute (01.03.2017)
Gamolan Institute Usulkan Perbaikan Nama Radin Inten II (01.03.2017)
Udo Z Karzi Raih Hadiah Sastera Rancage” 2017 (01.03.2017)
Tapis Saat Ini Sudah Berevolusi (27.02.2017)
Bupati: Lestarikan Budaya Tari Melinting (19.04.2016)
Novel “Tanah Petarung”  Akan Hiasi Perpustakaan Nasional (15.04.2016)
Pemerintah Galakkan Ngupi Pay  (14.04.2016)
Edward Antony Buka Rapat Adat Penyimbang (13.04.2016)



 
::| Latest News
::| Events
Mei 2017  
Su Mo Tu We Th Fr Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      
 

 
LAMPUNG NEWS
[Page Top]