KTT-G-20-2021

KTT G-20, Bahas Resiko Serius Perubahan Iklim Dunia

KTT G-20 2021

30-31 Oktober 2021, bisa jadi merupakan har bersejarah buat Bangsa Indonesia karena pada tanggal ini Indonesia terpilih sebagai Presidensi G-20 Tahun 2022 atau Group of Twenty, Jabatan ini Berlaku hingga Satu Thaun kedepan. Dan ini kali pertama Bagi Indonesia, sejak G-20 resmi berdiri pada Tahun 1999

Sementara itu, KTT G-20 yang berlangsung sejak 30 Hingga 31 Oktober ini di Roma Italia ini membahas berbagai Agenda penting, bagi kepentingan dunia khususnya anggota G-20. Pembicaraan yang dianggap sangat penting adalah adanya Dampak perubahan iklim Dunia yang akan berdampak secara serius keseluruh dunia.

Reiko Serius Dampak Perubahan Iklim

Hal ini disamapikan oleh Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris yang Sempat menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia, dengan mengatakan bahwa Dampak Perubahan Iklim dunia jika tidak di antisipasi dengan serius maka akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia

Bahkan Beliau sempat mengatakan Perubahan iklim dunia jika dibiarkan maka akan menyebabkan hilangnya perdaban manusia, sebagaimana terjadi dahulu kala di zaman Romawi Kuno.

Dalam pernyataannya sebagaimana dikutip dari newsobserver.com “Manusia sudah diingatkan bahwa ada sesuatu yang salah dan seharusnya kita segera mengantisipasi dengan kecepatan yang luar biasa,” .

Dampak buruk perubahan iklim ternyata akan menimpa negara – negara termasuk dampak secara ekomomi, Amerika serikat tercatat Mengalami kerugian $600 Milliar pada 5 tahun yang sudah lalu akibat kekacaun iklim.

Gina McCharty, Seorang penasehat Iklim Presiden Amerika Serikat di Gedung Putih Mengatakan bahwa “Perubahan Iklim Dapat Menimbulkan dampak Sistemik dan berkelanjutan bagi Ekonomi dan mata pencaharian Masyarakat Amerika”.

BACA JUGA  Bencana Perubahan Iklim, Pemimpin Dunia Deklarasi Kembalikan Hutan di COP-26

Menghadapi Situasi Pandemi Covid-19

Selain Agenda Penting di atas tentunya Pertemua Negara – negara  Anggota G-20, juga akan mengupas berbagai persolan dunia dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa, Pandemi Covid-19, telah berdampak buruk bagi banyka negara, terjadi berbagai masalah yang mendera negara – negara, diantaranya : terjadi Krisis Energy, dan Ancaman Inflasi.

Ketidak merataan distribusi Vaksin juga ternyata menjadi pembicaraan penting di pertemuan tersebut, dimana pada kenyataannya banyak negara mengalami kekurangan suplay vaksin untuk upaya pemuliha negara – negara dari situasi Pandemi ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Meteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran persnya mengatakan, perlunya kewaspadaan Bangsa Indonesia pada persoalan Naiknya Inflasi yang diakibatkan Krisis Energi. Karena hal ini lah salah satu materi penting yang juga dibicarakan pada KTT ini.

Naiknya angka Inflasi bisa disebabkan oleh Faktor Kelangkaan Energi dan Disrupsi Suplay. Sri Mulyani menambahkan, adanya negara – negara dengan tingkat pemulihan yang cepat, disusul meningkatnya permintaan, sementara ada hambatan suplay. Dicontohkan terhambatnya suplay disebabkan karena hambatan di pelabuhan karena barang yang tidak segera terangkut.

Sementara itu Pertemuan G-20, atau G20 Leaders’ Summit lanjutan setiap tahunya direncanakan akan diadakan di Bali pada tahun 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *