BPJS kesehatan

BPJS atau JKN, Pengertian dan Prosedurnya

BPJS dan JKN : Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Indonesia

Apa itu BPJS?

BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). BPJS menyelenggarakan jaminan kesehatan nasional Indonesia Jaminan Kesehatan Nasional atau disingkat JKN.

Ada dua versi BPJS: Pertama adalah BPJS Kesehatan (penerus PT Askes) dan yang terakhir adalah BPJS Ketanagakerjaan (penerus Jamsostek). Yang pertama mengelola program jaminan kesehatan nasional (JKN). Yang terakhir adalah program kompensasi dan pensiun pekerja.

Artikel ini hanya membahas tentang BPJS Kesehatan dan jaminan kesehatan nasional. Keduanya merupakan perusahaan asuransi pemerintah yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011.

Kelayakan

Partisipasi individu adalah wajib untuk semua penduduk Indonesia, termasuk ekspatriat di ITAS/P paling lambat Januari 2019. Sementara itu, pengusaha harus mendaftarkan karyawannya paling lambat Januari 2016. Karyawan ekspatriat yang bekerja minimal 6 bulan (dan anggota keluarga tanggungan mereka) harus didaftarkan oleh majikan mereka.

Bagaimana cara mendaftar

Pengusaha harus mendaftarkan karyawan dan anggota keluarga tanggungannya. Untuk non-karyawan pendaftaran dapat dilakukan secara online. Anda harus menyediakan: KK (kartu keluarga) – KTP (kartu tanda penduduk) – NPWP – Foto 3×4 cm (2) – Email – Nomor telepon  – Nomor rekening bank untuk membayar premi.

Anda masih harus pergi ke kantor BPJS setempat untuk mengambil kartu. Sejak 2016, Anda harus mendaftarkan semua orang di KK yang sama secara bersamaan.

Kartu BPJS atau Kartu Indonesia Sehat?

Kedua kartu ini menandakan keikutsertaan dalam program asuransi BPJS. Dengan demikian, mereka secara fungsional sama. Anda tidak perlu menukar satu dengan yang lain. Awalnya, Kartu Indonesia Sehat merupakan janji kampanye Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA  Tips-Perawatan Kulit Anti Penuaan

KIS diberikan kepada masyarakat yang jaminan BPJSnya disubsidi negara. Namun, kini KIS dikeluarkan untuk seluruh peserta BPJS baru.

Premi untuk Non-karyawan/wiraswasta/pekerja nonformal

Diperbarui 31 Okt 2019: Sesuai Perpres terbaru No 75/2019, preminya adalah:Kelas I =Rp 160.000, Kelas II = Rp 110.000, Kelas III = Rp 42.000 Per orang, per bulan, jatuh tempo pada tanggal 10 setiap bulan.

Premi untuk Karyawan

Untuk karyawan, preminya 5% dari gaji bulanan, sampai dengan batas gaji Rp 12 juta. Di sektor swasta, majikan bertanggung jawab atas 4% dan karyawan bertanggung jawab atas 1%. Sedangkan untuk pegawai sektor publik, pembagiannya adalah 3% dan 2%. Ini mencakup karyawan, pasangan mereka, dan hingga 4 anak tanggungan. Anak tanggungan adalah anak yang belum menikah sampai dengan usia 21 tahun, atau 25 tahun jika kuliah.

Anda dapat menambahkan orang tua atau anak di luar 4 pertama untuk 1% dari gaji bulanan per orang. Karyawan dengan gaji bulanan Rp 4 juta atau kurang memenuhi syarat untuk fasilitas Kelas II. Sementara itu, mereka yang memiliki gaji lebih tinggi berhak mendapatkan fasilitas Kelas I.

Ada sedikit ketidakadilan dalam hal suami dan istri yang bekerja sebagai karyawan. Dalam hal ini, keduanya harus membayar premi. Namun, cakupan yang satu harus mencakup yang lain. Catatan tentang pajak:

Iuran pemberi kerja dianggap sebagai penghasilan kena pajak (penghasilan kena pajak). Demikian pula, karyawan tidak dapat mengurangi kontribusi mereka dari penghasilan kena pajak.

Kelas?

Di Indonesia, rumah sakit memiliki tingkat kenyamanan ruangan yang berbeda-beda. Dari bangsal rumah sakit yang isinya lebih dari 10 atau lebih tempat tidur atau 1 kamar dengan ukuran yang luas dan fasilitas lengkap. Pelayanan medis itu sendiri seharusnya sama terlepas dari kenyamanan ruangan.

BACA JUGA  Badan dan Jantung Sehat, Dengan Latiahan Cardio

Oleh karena itu, kelas di BPJS hanya mengacu pada kenyamanan kamar saja. Biasanya, Kelas I di BPJS akan memiliki 2-3 tempat tidur per kamar, Kelas II di BPJS akan memiliki 3-5 tempat tidur, dan Kelas III di BPJS 5 atau lebih tempat tidur.

Anda dapat meningkatkan ke kelas yang lebih tinggi dengan membayar selisihnya sendiri. Anda bahkan dapat meningkatkan ke kelas yang lebih tinggi dari Kelas I (VIP, VVIP, dll). Ketahuilah bahwa perbedaannya bisa tinggi, jadi yang terbaik adalah meminta perkiraan terlebih dahulu.

Anda juga dapat mengubah kelas (dan pembayaran) dengan BPJS setiap 12 bulan sekali.

Mendapatkan Perawatan

Seperti banyak sistem perawatan kesehatan nasional, Anda harus terlebih dahulu mencari perawatan dari fasilitas perawatan primer resmi (FasKes 1). Fasilitas perawatan primer akan merekomendasikan fasilitas perawatan yang lebih khusus jika diperlukan. Pengecualian adalah untuk keadaan darurat medis.

Bawa kartu BPJS/KIS Anda, fotokopi paspor/KTP, KK, dan surat rujukan dari FasKes 1 jika mereka merujuk Anda ke fasilitas perawatan khusus.

Cakupan

 Tidak ada pengecualian karena kondisi atau usia yang sudah ada sebelumnya, juga tidak ada batas pertanggungan. Namun, program ini tidak mencakup : Perawatan kesehatan yang diperoleh di luar prosedur BPJS Perawatan yang diperoleh di fasilitas yang tidak menjadi peserta BPJS Perawatan yang diperoleh di luar negeri.

Prosedur kosmetik Perawatan infertilitas Ortodontik Masalah medis dari penyalahgunaan obat atau alkohol, Cedera yang diakibatkan oleh diri sendiri atau karena aktivitas berbahaya Obat alternatif, Obat Eksperimen, Kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu.

Perawatan medis karena bencana alam, epidemi, kejadian khusus, atau keadaan darurat. Perawatan lain yang tidak terkait dengan perawatan masalah medis yang ditanggung.

BACA JUGA  10 Makanan Kesehatan Terbaik Agar Anda Tetap Sehat

Hukuman

Jika premi terlambat lebih dari 1 bulan, pertanggungan menjadi tidak aktif pada tanggal 10 bulan berikutnya. Oleh karena itu, Anda harus membayar premi yang belum dibayar untuk mengaktifkan kembali, yang dibatasi hingga 24 bulan.

Dalam waktu 45 hari sejak pertanggungan diaktifkan kembali, setiap perawatan rawat inap akan dikenakan penalti. Dendanya adalah 2,5% x biaya perawatan x jumlah bulan tidak aktif. Maksimal 24 bulan atau Rp 30 juta, mana yang lebih rendah.

Aplikasi Android BPJS

Pada Juli 2017, BPJS telah merilis aplikasi Android. Anda dapat mengunduh aplikasi gratis ini melalui Google Play store. Antara lain, aplikasi dapat bertindak sebagai kartu BPJS virtual. Itu juga dapat mencantumkan lokasi fasilitas perawatan Anda dan memeriksa status pembayaran Anda.

butuh lebih banyak bantuan? BPJS memiliki hotline 24 jam di 1500400 (Bahasa Indonesia)

Pembayaran premi dapat dilakukan melalui ATM, Internet Banking, atau di teller Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Selain itu, Anda juga dapat mengatur auto-debit di bank-bank tersebut. Terakhir, tempat lain yang bisa Anda bayar adalah Alfamart dan Indomaret, Kantor Pos, dan kantor BPJS setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *