umkm-fintech

Pentingnya Transformasi UMKM berbasis FINTECH

Transformasi UMKM

Pengguna Internet si Indonesia saat ini sudah mencapai 197 Juta pengguna, dari total jumlah penduduk sebesar 250 juta jiwa, bahkan diprediksi, bersamaan dengan pertambahan jumlah penduduk, maka di tahun 2050 pengguna internet mencapai 250 juta jiwa.

Data jumlah pengguna internet yang sudah sedemikian rupa ini menjadi peluang dan tantangan bagi Usaha Kecil Dan Menengah Untuk bertransformasi dalam perubahan besar – besaran ini, sudah jelas arah ekonomi masa depan adalah ekonommi digital

Pengertian Fintech

Fintech, atau Financial Technologi merupakan penggabungan antara technologi dan keuangan, dimana dimasa sekarang ini proses financial menjadi lebih mudah dengan dukungan teknologi. Berbeda kebalikan dengan dahulu kala, dimana transaksi keuangan dan penjualan hanya bisa dilakukan dengan pertemuan fisik.

Kemajuan technologi telah membawa kita kepada percepatan proses keuangan dan transaksi, dulu kita mungkin tidak membayangkan ketika kita merasa lapar, dan membutuhkan makan anda tinggal menekan tombol Handphone yang ada di tangan, beberapa saat kemudian terjadi proses transaksi, dan hanya dalam hitungan menit, makanan anda sampai di tangan anda.

Demikianlah gambaran sederhana cerita FINTECH yang dimaksud dalam proses financial, jika kita melihanya lebih jauh, maka saat ini dapat kita lihat besaran transaksi ekonomi digital yang di release oleh Bank Indonesia, Bahwa Transaksi ekonomi digital Indonesia Naik Hingga 53% di tahun 2021 ini, dengan nominal transaksi senilai 3.410,7 Triliun Rupiah.

Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) semestinya dapat mengikuti tuntutan perubahan yang ada, jika tidak maka dimungkinkan kompetisi usaha akan semakin berat. Diperlukan kemaun yang kuat serta kecerdikan dalam melihat perkembangan saat ini.

BACA JUGA  10 usaha yang berkembang cepat selama pandemi covid-19

Dukungan Pemerintah

Dalam kaitanya dengan Ekonomi Digital, Pemerintah mendukung penuh bagi pelku UMKM untuk ber transformasi kedalam Gerak Ekonomi Digital ini, Program 4 pilar ekonomi yang dicanangkan pemerintah yaitu diantaranya adalah Infrastruktur digital serta regulasi bagi kepentingan masyarakat.

Pemerintah Memberikan dorongan bagi UMKM untuk bergabung ke platform digital melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GERNAS BBI) yang telah bergulir, dan data menunjukkan pada tahun lalu (2020) UMKM yang tergabung sudah mencapai 11,7 Juta UMKM. Dan diharapkan nantinya di tahun 2030, UMKA yang sudah Go Digital mencapai 30 Juta.

Menko Bidang Perekonomian Indonesia, Ir. Airlangga Hartarto, berbicara mengenai peentingnya Financial Technologi yang terus dikembangkan, utamanya dalam kaitannya merangkul 46,6 Juta Pengusaha UMKM karena 132 Juta orang yang saat ini Unbanked dan belum mendapat akses permodalan

Potensi UMKM

Pada tahun 2021 ini 87,5 % UMKM terkena imbas dari adanya wabah covid 19, data ini diperoleh dar hasil survey Bank Indonesai, akan tetapi hasil survey ini menjukkan kebalikan yakni merasa diuntungkan dengan kondisi Pandemi, yaitu responden sebanyak 27,6 %. Pasalnya justru terjadi kenaikan penjualan pada masa pandemic ini.

Sebelum terjadinya Pandemi Covid 19 ini, Pelaku UMKM yang melakukan transaksi ekonomi melalui digital baru mencapai 16%. Oleh karena itu dengan adanya pembatasan aktifitas (PPKM) maka jelaslah UMKM menjadi yang paling banyak terdampak Covid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *